IMG-LOGO
Home Berita KALAKSA BPBD NTT MINTA DAERAH SEGERA KIRIMKAN DATA BENCANA DI WILAYAH MASING-MASING

KALAKSA BPBD NTT MINTA DAERAH SEGERA KIRIMKAN DATA BENCANA DI WILAYAH MASING-MASING

Memperhatikan keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur  tentang Status Transisi Darurat ke Pemulihan Penanganan Bencana Siklon Tropis Seroja di Provinsi NTT dan mempertimbangkan penanganan bencana yang belum tuntas sampai dengan saat ini, maka BPBD Provinsi NTT menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penanganan Bencana di NTT Tahun 2021 yang melibatkan seluruh Pimpinan BPBD Kabupaten/Kota se- Provinsi NTT, Selasa (12/10/2021).

 

Rapat yang dilaksanakan secara virtual ini membahas 3 agenda penting, yaitu penanganan bencana seroja, penanganan bencana kekeringan, dan persiapan BPBD Kab./Kota se-Provinsi NTT dalam mengisi Bulan Pengurangan Risiko Bencana tahun ini.

 

Dalam rapat tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT menegaskan dana untuk penanganan warga terdampak akibat Bencana Seroja sampai saat ini  masih ada 10,6 miliar. Dana ini akan dimanfaatkan untuk kabupaten/kota terdampak berdasarkan usulan dari masing-masing daerah yang diterima BPBD Provinsi NTT paling lambat Jumat, 15 Oktober 2021. Kerana itu, diharapkan agar kab./kota segera melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk segera dikirimkan ke BPBD Provinsi NTT untuk selanjutnya diproses.

 

Terkait bencana kekeringan, Ambros meminta agar kabupaten/kota terdampak segera melaporkan dampak kekeringan di wilayahnya masih-masing dan menetapkan Status Bencana Kekeringan untuk memudahkan penanganan, sambil terus meningkatkan koordinasi dengan BPBD Provinsi NTT, BMKG, BWS Nusa Tenggara II,  dan stake holder terkait.

 

Ia juga menambahkan agar  BPBD Kab./Kota di Provinsi NTT dapat mengisi Bulan Pengurangan Risiko Bencana tahun ini dengan kegiatan-kegiatan sederhana tetapi berdampak besar bagi masyarakat di daerah masing-masing.

 

Pada kesempatan ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota se-Prov. NTT menyampaikan progress dan kebutuhan dalam penanganan bencana di wilayah masing-masing kepada Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT. (YRR)