BETUN, 28 Oktober 2026 – Upaya memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman bencana terus dilakukan melalui kolaborasi multipihak. Pemerintah Kabupaten Malaka bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), BPBD Kabupaten Malaka, serta mitra pentahelix menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Indeks Kapasitas Daerah (IKD) Kabupaten Malaka Tahun 2026 di Aula Susteran SSPS Betun, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang diikuti 60 peserta ini melibatkan unsur perangkat daerah dan mitra pentahelix, antara lain BPBD, Bapperida, Tim Pendamping Anggaran, Sekretariat DPRD, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Pemerintahan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, CIS Timor, serta Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB).
FGD ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk mendorong peningkatan nilai IKD Kabupaten Malaka sekaligus memperkuat koordinasi dan konsolidasi data serta bukti dukung kinerja penanggulangan bencana lintas perangkat daerah dan lembaga mitra.
Berdasarkan hasil penilaian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2021–2025, capaian IKD Kabupaten Malaka masih berada pada tingkat yang perlu mendapat perhatian dan peningkatan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah belum optimalnya koordinasi pengumpulan dan dokumentasi bukti dukung dari perangkat daerah serta lembaga mitra pentahelix.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi BPBD Provinsi NTT dan BPBD Kabupaten Malaka untuk berkolaborasi dengan CIS Timor dan PMPB dalam menyelenggarakan FGD. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat memastikan bahwa berbagai upaya pengurangan risiko bencana yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan unsur pentahelix dapat teridentifikasi, terdokumentasi, dan terukur dalam penilaian IKD.
Pelaksanaan FGD diawali dengan penyampaian materi pengantar oleh BPBD Provinsi NTT mengenai penilaian IKD, dilanjutkan dengan penetapan target penilaian dan diskusi kelompok. Peserta bersama-sama mengidentifikasi indikator serta bukti dukung yang relevan dengan berbagai program dan kegiatan peningkatan kapasitas daerah yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025–2026.

Nilai IKD Sementara Meningkat
Salah satu hasil penting dari pelaksanaan FGD adalah diperolehnya nilai sementara IKD Kabupaten Malaka sebesar 0,43, meningkat 0,14 poin dibandingkan hasil penilaian tahun 2025 sebesar 0,29.
Capaian sementara tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam upaya peningkatan kapasitas daerah. Namun, hasil tersebut masih memerlukan penyempurnaan melalui pemenuhan indikator dan kelengkapan bukti dukung yang akan diverifikasi serta diinput ke dalam sistem penilaian BNPB.
Selain menghasilkan capaian sementara, FGD juga menyepakati empat rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen bersama, yaitu:
- Pemenuhan bukti dukung. Seluruh perangkat daerah teknis Kabupaten Malaka dan mitra pentahelix diharapkan menyampaikan bukti dukung kepada BPBD Kabupaten Malaka paling lambat 31 Oktober 2026.
- Penginputan data penilaian. BPBD Kabupaten Malaka melakukan penginputan formulir IKD beserta seluruh bukti dukung ke dalam aplikasi InaRISK pada 2 November 2026.
- Penguatan koordinasi lintas sektor. BPBD Kabupaten Malaka diharapkan membentuk dan mengaktifkan Sekretariat Bersama sebagai wadah koordinasi, konsolidasi data, serta pemantauan pelaksanaan upaya peningkatan kapasitas daerah.
- Pengembangan sistem berbagi data. BPBD Provinsi NTT akan membantu pengembangan dashboard berbagi data IKD Kabupaten Malaka guna mendukung keterbukaan informasi, pemantauan capaian indikator, dan keberlanjutan pemenuhan bukti dukung.
Membangun Kapasitas Daerah Melalui Kolaborasi

Melalui kegiatan ini, peningkatan IKD tidak hanya dipandang sebagai upaya memenuhi target penilaian administratif, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengukur dan mendorong penguatan kapasitas pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko bencana.
Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media menjadi elemen penting dalam membangun tata kelola penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan.
BPBD Provinsi NTT berharap hasil FGD ini dapat ditindaklanjuti secara konsisten oleh seluruh perangkat daerah dan mitra pentahelix sehingga peningkatan nilai IKD Kabupaten Malaka dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan penanggulangan bencana dan perlindungan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, Kabupaten Malaka diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi ancaman bencana serta mampu membangun masyarakat yang lebih aman, siap, dan berdaya dalam mengurangi risiko bencana.



