Kupang – BPBD Provinsi NTT bekerjasama dengan WFP (World Food Programme) melakukan Workshop Pengembangan Rencana Kerja Informasi Risiko dan Peringatan Dini Pokja AMPD Provinsi NTT sebagai upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana yang lebih terarah, responsif, dan inklusif.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah terkait, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan yang memiliki perhatian terhadap isu kebencanaan di NTT. Workshop ini bertujuan untuk menyusun rencana kerja yang terintegrasi dalam penyediaan informasi risiko bencana serta penguatan sistem peringatan dini di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor WFP (World Food Programme) Kupang Sub-Office Ibu Nunuk Supraptinah, menekankan bahwa “Tidak ada satu instansi pun yang mampu menjalankan Aksi Merespon Peringatan Dini tanpa kerja sama”,

untuk itu perlu adanya kerjasama instansi terkait dalam penyediaan informasi risiko bencana yang mudah diakses, mudah dipahami dan inklusif. Informasi tersebut dinilai menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan dan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan yang kerap terjadi di wilayah NTT.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, Yohanes Taka Dosi, S.SiT., M.Sc menegaskan “Workshop ini juga menjadi ruang diskusi dan kolaborasi untuk mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, serta peluang dalam pengembangan sistem informasi risiko dan peringatan dini yang dapat mengurangi dampak apabila terjadi bencana”.

Kegiatan ini mencakup upaya memastikan bahwa kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, anak, dan lansia, dapat mengakses informasi risiko dan peringatan dini secara setara dan efektif.
Hasil dari workshop ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pokja AMPD dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan program dan kegiatan terkait informasi risiko dan peringatan dini secara lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.MML




