BPBD NTT Gandeng WFP Perkuat Kesiapan Enam Kabupaten Rawan Dampak El-Nino

Facebook
X
WhatsApp

Kupang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menggelar pendampingan intensif bagi enam kabupaten prioritas yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak El-Nino tahun 2026. Keenam kabupaten tersebut adalah Timor Tengah Selatan, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Lembata, dan Kabupaten Kupang, (Rabu, 1 Juli 2026).

Penetapan keenam daerah ini didasarkan pada hasil asesmen kesiapan pemerintah daerah yang dilakukan oleh World Food Programme (WFP) bekerja sama dengan BPBD Provinsi NTT. Asesmen tersebut mengungkap bahwa tingkat kesiapan seluruh kabupaten prioritas masih berada pada kategori rendah hingga sedang dalam berbagai aspek, meliputi informasi risiko dan data, sistem peringatan dini, pemicu aksi (trigger), aksi dini, logistik dan operasional, pembiayaan, kelembagaan, serta kesiapan masyarakat.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD NTT, Syafrudin Herman, S.E., M.M., menegaskan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kabupaten-kabupaten prioritas dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi ancaman kekeringan. “Kami merujuk pada peringatan dini yang telah dikeluarkan oleh BMKG mengenai potensi El-Nino tahun 2026. Oleh karena itu, penguatan kapasitas daerah harus dilakukan secara cepat dan terarah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Provinsi NTT, Yohanes Taka Dosi, S.Si., M.Sc. mendorong keenam kabupaten untuk segera memperkuat tiga pilar kesiapan, yakni aspek teknis, kebijakan, dan pendanaan. Ia menekankan pentingnya penetapan status siaga bencana kekeringan sebagai langkah strategis. “Status siaga tidak hanya menjadi instrumen administratif, tetapi juga penggerak bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi. Selain itu, status ini akan membuka akses bagi daerah untuk memanfaatkan dana siap pakai dari BNPB,” jelasnya.

Melalui pendampingan ini, BPBD NTT berharap enam kabupaten prioritas dapat meningkatkan kesiapsiagaan secara signifikan sebelum dampak El-Nino benar-benar dirasakan, sehingga risiko kerugian dan korban dapat ditekan seminimal mungkin.

Scroll to Top