Cuaca Ekstrem Dominasi 136 Bencana di NTT Sepanjang Empat Bulan Pertama 2026

Facebook
X
WhatsApp

BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis rekapitulasi kejadian bencana alam periode 1 Januari hingga 30 April 2026 yang menunjukkan 136 kejadian dengan dominasi cuaca ekstrem, tanah longsor, dan banjir di berbagai kabupaten/kota. Data ini dipublikasikan melalui infografis Pusdalops PB sebagai bagian dari pemantauan rutin dinamika kebencanaan di wilayah NTT.

136 kejadian bencana hingga akhir April

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi NTT, total terdapat 136 kejadian bencana di wilayah NTT hingga 30 April 2026. Cuaca ekstrem tercatat sebagai kejadian terbanyak dengan 64 kejadian, disusul tanah longsor 40 kejadian dan banjir 22 kejadian.

Selain itu, terjadi masing-masing 1 kejadian gempa bumi, erupsi gunung api, dan konflik sosial, serta 6 kejadian gelombang pasang dan abrasi. Sepanjang periode ini belum tercatat kejadian kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan yang memenuhi kriteria bencana signifikan menurut BPBD NTT.

Korban jiwa dan kerusakan

Rangkaian bencana tersebut menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 39 orang mengalami luka-luka/sakit. Jumlah warga yang menderita dan mengungsi tercatat mencapai 16.155 jiwa, menggambarkan besarnya dampak sosial yang harus ditangani pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan lain.

Di sektor permukiman, total rumah rusak mencapai 1.374 unit, terdiri dari 176 rumah rusak berat, 205 rusak sedang, dan 993 rusak ringan. Fasilitas umum juga terdampak, termasuk 31 satuan pendidikan, 17 rumah ibadat, 5 fasilitas pelayanan kesehatan, serta 9 unit kantor dan jembatan.

Dampak pada lahan dan sebaran wilayah

Bencana yang terjadi turut mengakibatkan kerusakan lahan pertanian dan kawasan hijau dengan total lahan terdampak sekitar 547,49 hektar. Dari jumlah tersebut, lahan dan hutan terdampak seluas sekitar 82,49 hektar, sementara sawah dan kebun yang mengalami kerusakan tercatat 465 hektar.

Infografis sebaran menunjukkan kejadian bencana tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di NTT. Beberapa wilayah yang tercatat terdampak antara lain Flores Timur, Lembata, Malaka, Lembata, Manggarai, dan Manggarai Timur, terutama akibat gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Penguatan pemantauan dan koordinasi

BPBD Provinsi NTT melalui Pusdalops PB menegaskan bahwa penyusunan infografis ini merupakan bagian dari upaya penguatan pemantauan, pengendalian, dan analisis rutin terhadap dinamika bencana di daerah. Informasi ini juga menjadi rujukan penting untuk mendukung koordinasi penanganan darurat dan pemulihan bersama BPBD kabupaten/kota.

Secara kumulatif, data kejadian dan dampak bencana diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah mitigasi, pengurangan risiko, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana. BPBD Provinsi NTT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun geologi, sekaligus aktif melaporkan setiap kejadian ke BPBD terdekat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.***

Scroll to Top